Pembuatan
Penomoran Halaman pada Ms. Word 2010 dan Ooo Writer
Pada
saat kita membuat karya tulis pasti menggunakan program aplikasi
pengolah kata seperti Microsoft Word, kita harus membuat nomor
halaman dan seringkali nomor halaman yang kita buat harus sesuai
dengan ketentuan yang telah ditentukan. Di sini saya akan
membandingkan antara program aplikasi Microsoft Word dan Open Office
org Writer tentang penyusunan penomoran halaman.
Pertama,
kita akan membahas penomoran pada Ooo Writer.
Macam-macam
penomoran halaman pada Ooo writer ada 3 yaitu penomoran halaman
biasa, penomoran halaman tidak sesuai urutan dan penomoran halaman
dengan format yang berbeda.
Berikut
ini adalah penomoran halaman biasa pada Ooo writer :
Langkah
pertama, kita aktifkan Footer On dengan cara letakan kursor pada
(misalnya) halaman Kata Pengantar, klik
Format→
Page…
→
Footer
→
aktifkan
Footer
On)
;
Selanjutanya
klik Insert
→
Fields
→
Page
Number ;
Lakukan
hal yang sama pada halaman BAB I dan seterusnya.
Berikut
ini adalah penomoran halaman yang tidak sesuai urutan:
Dalam
OpenOffice Writer, hal ini bisa diterapkan dengan page style yang
berbeda. Misalnya diaplikasikan penomoran halaman 1 – 5 untuk
halaman 1 – 5, diikuti dengan nomor halaman 10 – 15 untuk nomor
halaman 6 – 10. Page style yang berbeda harus dipisahkan oleh
sebuah page break. Dalam OO Writer, page break bisa dimasukkan secara
manual ataupun secara otomatis.
1
Kali
ini akan dibuat page break secara manual’.
Siapkan
halaman (boleh kosong) sebanyak 10 halaman
pada
halaman pertama pilih menu Insert – Footer – Default
Lalu
pilih menu Insert – Fields – Page Number. Penomoran halaman
berjalan normal, 1 – 10
Pada
halaman 5 kita masukkan Manual Page Break dengan cara pilih menu
Insert – Manual Break.
Dalam
kotak dialog isikan / pilih seperti gambar berikut :
Maka
otomatis penomoran halaman akan berlanjut dari nomor 10 dan
seterusnya.
Selanjutnya,
kita akan membahas penomoran pada Ms. Word.
Sebagai
contoh, bagaimana caranya memberi nomor halaman dalam satu file
dengan format sebagai berikut :
Group
judul yang terdiri dari halaman judul, kata pengantar, abstrak,
daftar isi dll dengan format i, ii, iii, dst yang letaknya di tengah
bawah, untuk halaman pertama (nomor halaman i) ditiadakan.
2
Group
isi yang terdiri dari bab 1, bab 2, dan bab lain dengan format 1, 2,
3, dst yang letak nomornya di tengah bawah, tapi setiap awal halaman
bab nomornya berada di kanan atas.
Group
lampiran tanpa penomoran halaman.
Kebanyakan
dari kita akan mengetik terlebih dahulu, setelah selesai baru memberi
nomor halaman. Disini akan dijelaskan dengan mengatur format halaman
terlebih dahulu sehingga waktu mengetik, nomor halaman akan langsung
muncul. Untuk nomor halaman yang telah ada teksnya pada prinsipnya
sama. Dari contoh kasus di atas kita dapat memberi penomoran sebagai
berikut
Group
judul
Pilih
format nomor halaman yang akan digunakan i, ii, iii, … Continue
from previous section artinya
penomoran mengikuti halaman sebelumnya, Start
at artinya
halaman tersebut dimulai dari nomor yang diinginkan. PilihContinue
from previous section kemudian
klik OK.
Klik
Insert
kemudian
klik Page
Number pilih
lokasi tempat nomor Bottom
of Page dan
pilih Plain
Number 2maka
halaman akan diberi nomor i, ii, iii dst berada di tengah bawah.
3
Selanjutnya
mulailah mengetik kemudian setiap akhir ketikan perpindahan halaman
(misalnya
dari halaman judul ke halaman pengesahan atau yang lainya)
kita klik Insert
kemudian
pilih Page
Break atau
Page
Layoutklik
Break
pilih
Page
otomatis
halaman akan pindah.
(Biasanya
kita akan menekan Enter
sampai
topik pindah ke halaman lain, namun ini tidak akan efektif karena
jika ada perubahan tulisan di awal maka halaman berikut juga
berubah).
Selanjutnya
kita akan membuat penomoran halaman untuk kasus pada poin 2 dengan
cara sebagai berikut :
Group
isi
Klik
2 kali di Header
dan
Footer
halaman
pertama bab 1 maka akan muncul tab Desing.
Klik Link
to Previousuntuk
memutuskan format penomoran dari group halaman sebelumnya (halaman
sebelumnya mempunyai format i, ii, iii, .. sedangkan format bab 1,
2, 3, …).
Pastikan Link
to Previous tidak
aktif di Header
dan
Footer,
jika tidak perbedaan penomoran tidak akan terjadi.
Pilih
format nomor halaman yang akan digunakan 1, 2, 3, … Kita pilih
Start
at ketik
1 pilih Kemudian klik OK
agar
halaman bab 1 dimulai dari nomor 1.
Letakan
kursor di halaman pertama bab Klik tab Insert
kemudian
klik Page
Number pilih
lokasi tempat nomor misalnya Top
of Page dan
pilih Plain
Number 3 maka
halaman pertama bab akan diberi nomor 1 di kanan atas.
Kemudian
ketik isi bab, jika ada perpindahan halaman, nomor halaman akan
otomatis berada di bagian tengah bawah bukan di atas.
Untuk
pindah ke bab berikutnya (misalnya
bab 2)
klik tab Page
Layout klik
Break
pilih
Next
Page (poin
a).
Saat terjadi perpindahan Next
Page penomoran
akan tereset ke nomor 1, untuk merubahnya lakukan poin c dan d,
namun pada poin d pilih Continue
from previous section maka
otomatis halaman pertama bab 2 akan mengikut halaman bab 1.
Untuk
bab-bab berikutnya tidak perlu melakukan pengaturan penomoran karena
akan otomatis. Dengan demikian kita sudah memberi nomor halaman
sesuai dengan kasus di poin 2.
Selanjutnya
kita akan membuat nomor halaman untuk kasus pada poin 3 dengan cara
sebagai berikut :
Group
lampiran
Untuk
pindah ke group lampiran. Letakan kursor di akhir halaman group isi
kemudian klik Page
Layout klikBreak
pilih
Next
Page.
Untuk setiap perpindahan group kita menggunakan Next
Page.
Karena
bersifat otomatis maka kemungkinan halaman awal lampiran akan
terdapat nomor halaman, untuk menghilangkannya klik 2 kali di Header
dan
Footer
halaman
pertama lampiran maka akan muncul tab Desing.
Uncentang Different
First Page kemudian
klik Link
to Previous untuk
memutuskan format penomoran dari group halaman sebelumnya. Pastikan
Different
First Page dan
Link
to Previous tidak
aktif di Header
danFooter,
jika tidak perbedaan penomoran tidak akan terjadi.
Untuk
menghilangkan sisa nomor yang masih ada, letakan kursor di halaman
awal lampiran kemudian klik tabInsert
kemudian
klik Page
Number pilih
Remove
Page Numbers maka
nomor halaman akan hilang tanpa akan menghapus nomor halaman
sebelumnya.
Dengan
demikian kita sudah menyelesaikan group lampiran
6
Demikian
penjelasan tentang pembuatan nomor halaman yang berbeda letak dan
format. Untuk kasus lain pada prinsipnya hampir sama dengan cara di
atas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa :
Untuk
membedakan halaman kita harus memisahkan group penomoran menggunakan
Next
Page.
Untuk
memutuskan format penomoran dilakukan dengan menonaktifkan Link
to Previous setelah
melakukan perintah Next
Page.
Membedakan
nomor halaman awal dengan halaman berikut dengan megaktifkan
Different
First Page
komentar
:
lebih
mudah menggunakan Ms.word karena menu toolbarnya simple dan mudah di
mengerti, sedangkan open office writer, menu toolbarnya agak rumit
dan agak sulit untuk di pahami, tetapi mungkin karena saya baru
menggunakannya jadi terlihat rumit, berbeda lagi jika sering latihan
akan sama mudahnya dengan ms.word.
7
Read More